Article Update Surga Pecinta Makanan Sehat

Surga Pecinta Makanan Sehat

Peradaban manusia terus bergerak dan penggunaan teknologi pun merambah ke segala aspek kehidupan manusia. Begitu juga dengan makanan. Agar mendapat cita rasa yang nyaman di lidah, makanan pun diolah sedemikian rupa sejak saat penanaman. Namun demikian, ada juga kaum yang memutar kembali masanya ke saat makanan dibiarkan tumbuh alami sesuai kodratnya. Dengan alasan kesehatan, mereka hanya mau melahap makanan yang tumbuh tanpa sentuhan kimia. Tujuannya tak lain agar tubuh hanya mencerna makanan sehat.

Meski tampak sederhana, mendapatkan makanan organik di Indonesia bukanlah perkara mudah. Hal ini dirasakan oleh Michelle Wijaya Kusuma. Sekembalinya ke Tanah Air setelah menyelesaikan masa studi di Amerika, Michelle kesulitan mendapat makanan organik. Padahal, saat perempuan kelahiran California ini mengunjungi Organic Expo, begitu banyak petani lokal yang menghasilkan produk-produk organik dengan kualitas yang sangat baik. “Saya bingung kenapa produk mereka ini tidak bisa ditemukan di supermarket umum dan tidak mudah terakses,” ujarnya.

Di tengah kondisi demikian, dia menemukan salah satu rumah milik keluarganya yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, jarang terpakai. Akhirnya, dia memanfaatkan rumah tersebut untuk membuka kafe dan supermarket dalam satu tempat bernama Michelle Organic Corner. “Tujuannya sederhana, yakni menjadi wadah bagi saya dan para petani mengenalkan produk-produk organik, terutama makanan dan minuman kepada masyarakat,” paparnya.

Kini, Michelle Organic Corner menjadi surga bagi kaum pecinta hidup sehat lantaran beragam jenis produk organik tersedia lengkap dalam satu tempat. Untuk makanan dan bahan dasar, tersedia bumbu kemasan nasi goreng, kecap, lada, sambal, minyak, beras, sampai es krim. Ada juga cokelat, bubuk minuman saset, sayur, buah, makanan bayi, madu, jus, dan sebagainya. Selain itu, kita juga bisa menemukan produk organik yang diolah menjadi sampo, sabun, balsem, masker, minyak gosok, hingga karbol pembersih lantai.

Sebagai kafe, tentu saja sajian unggulannya adalah beragam kudapan. Soal makanan, lulusan Harvard University ini sangat memanjakan kaum pecinta makanan organik dan vegetarian. Beragam menu dia sediakan dengan sajian memikat. Sebut saja Michelle’s Signature Salad. Kudapan ini terdiri dari tomat, tempe, bawang putih, telur rebus, kelapa, dan lain-lain. Rasa sayurannya benar-benar segar dan beberapa bahan yang dipanggang memberi aroma memikat.

Lalu, ada pula Newburry Street, perpaduan low fat greek yoghurt dengan madu, sayuran, pisang, dan nanas. Meski porsinya tidak begitu besar, sajian ini bisa membuat Anda kenyang dan ketagihan. Sementara untuk minumannya, Beauty Potion menjadi pilihan yang disarankan Michelle. “Bahannya terdiri atas stroberi, wortel, ginseng, Kangen Water, dan madu,” katanya.

Soal rasa, menurut Michelle, memang tidak bisa langsung membuat kebanyakan orang suka. Semua tergantung pada respons pribadi masing-masing. “Reaksi dari tubuh kita sendiri juga yang memutuskan. Saya merasa lebih baik dan sehat, makanya saya lanjutkan,” paparnya.

Misi Edukasi

Bagi pengelola, Michelle Organic Corner yang terletak di Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, itu bukan hanya sebagai ladang usaha. Lebih jauh, pendirian kafe ini merupakan sarana Michelle mengajak orang hidup sehat dengan produk organik. Jadi, pada hari-hari tertentu, pengunjung tak hanya bisa menyantap sajian organik saja, tetapi juga bisa belajar memasaknya. “Setiap Selasa, kami ada Selasa Sayur. Jadi, petaninya datang langsung ke sini sambil membawa hasil produk. Pengunjung bisa bertanya langsung kepada petani,” katanya.

Semua itu dilakukannya agar produk organik lokal bisa dikenal dan diterima oleh semua kalangan sehingga produk para petani semakin banyak diserap pasar. Langkah ini sekaligus menjadi awal untuk memulai hidup sehat. Jadi, ada tiga kunci yang dia pegang teguh dalam mengelola kafenya: organic, healthy, dan eco-friendly.

Meski demikian, tidak semua produk organik yang ditawarkan didapatkan dari petani dan perkebunan lokal yang tersebar di seluruh Indonesia. Masih ada beberapa produk yang harus diimpor. Penyebabnya adalah produk-produk tersebut tidak mungkin ditanam pada kontur tanah yang ada di Indonesia. “Di samping itu, ada juga yang memang di Indonesia belum memproduksi, jadi masih harus mendatangkan dari luar,” kata Michelle.

Buka sejak September 2015, kini Michelle Organic Corner semakin dikenal. Selain harganya yang terjangkau, olahan menunya turut memasukkan cita rasa Indonesia sehingga bisa diterima lidah masyarakat. Tempat ini memang wajib dikunjungi oleh para pecinta pola hidup sehat.

Sumber : sindoweekly.com

whatsapp whatsapp